Ragam Bahasa

16 Juni 2010 NeLi Andriani

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan). Pengirim dan Penerima dalam hal ini dapat selaku pribadi/perseorangan dan dapat pula mewakili lembaga. Informasi yang disampaikan dapat berupa berita,ide,pesan,gagasan,kesan,atau maksud lainnya.
Unsur Komunikasi paling sedikit ada 4, yaitu:
1. Komunikator atau pengirim
2. Pesan atau informasi yang akan disampaikan
3. Alat atau media
4. Komunikan atau penerima
Komunikan dikatakan berhasil bila komunikator dapat merumuskan pesan yang disampaikan secara tepat. Dengan bantuan alat atau media tertentu pesan tersebut ditransfer kepada komunikan dan komunikan diharapkan memahami pesan itu persis sama dengan maksud komunikator.
Jika ditinjau dari cara penyampaiannya, bahasa dapat dibedakan atau dua macam, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Adanya istilah bahasa lisan dan bahasa tulis sebenarnya tidak lain karena jasa bahasa sebagai alat komunikasi yang terpenting.dengan menggunakan bahasalah penyampaian informasi dapat dilakukan secara lisan dan tulis.
Jenis bahasa lisan dan tulis masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Kelemahan yang terdapat pada bahasa lisan dapat ditutupi oleh keunggulan bahasa tulis.sebaliknya, kelemahan yang terdapat pada bahasa tulis dapat ditutupi oleh keunggulan bahasa lisan.

Jenis komunikasi dan bentuk kegiatannya
Komunikasi lisan :
Contoh Bentuk Kegiatan:
1.berbicara
2.bercerita
3.berdiskusi

Kelebihan bahasa lisan
1. Berlangsung cepat
2. Dapat berlangsung tanpa alat bantu
3. Jika ada kesalahan langsung dapat dibetulkan
4. Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka
Kelemahan bahasa lisan
1. Tidak mempunyai bukti tertulis
2. Sulit disajikan secara bersih/matang
3. Dasar hukumnya lemah
Komunikasi tulis
Contoh bentuk kegiatan
1.menulis surat
2.menulis artikel
3.menulis makalah
4.menulis laporan

Kelebihan bahasa tulis
1. Mempunyai bukti tertulis
2. Dapat disajikan lebih matang/bersih
3. Dasar hukumnya kuat
Kelemahan bahasa tulis
1. Berlangsung lambat
2. Selalu memakai alat bantu (alat tulis)
3. Jika ada kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
4. Tidak dapat dibantu gerak tubuh dan mimik muka

Fungsi Sastra
Dalam kehidupan masayarakat sastra mempunyai beberapa fungsi yaitu :
1. Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang
menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya.
2. Fungsi didaktif, yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik
pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung
didalamnya.
3. Fungsi estetis, yaitu sastra mampu memberikan keindahan bagi
penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
4. Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada
pembaca/peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena
sastra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
5. Fungsi religius, yaitu sastra pun menghasilkan karya-karya yang
mengandung ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat/pembaca sastra.
C. Ragam Sastra
1. Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu :
a) Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan
panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi.
b) Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan habasa yang
singkat dan padat serta indah. Untuk puisi lama, selalu terikat oleh
kaidah atau aturan tertentu, yaitu :
(1) Jumlah baris tiap-tiap baitnya,
(2) Jumlah suku kata atau kata dalam tiap-tiap kalimat atau barisnya,
(3) Irama, dan
(4) Persamaan bunyi kata.
c) Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun
menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa.
d) Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa
yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog.
Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang
dipentaskan.
2. Dilihat dari isinya, sastra terdiri atas 4 macam, yaitu :
a) Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara obyektif tanpa
mengikutkan pikiran dan perasaan pribadi pengarang.
b) Lirik, karangan yang berisi curahan perasaan pengarang secara subyektif.
c) Didaktif, karya sastra yang isinya mendidik penikmat/pembaca tentang
masalah moral, tatakrama, masalah agama, dll.
d) Dramatik, karya sastra yang isinya melukiskan sesuatu kejadian(baik
atau buruk) denan pelukisan yang berlebih-lebihan.
3. Dilihat dari sejarahnya, sastra terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a) Kesusastraan Lama, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam
masyarakat lama dalam sejarah bangsa Indonesia. Kesusastraan Lama
Indonesia dibagi menjadi :
(1) Kesusastraan zaman purba,
(2) Kesusastraan zaman Hindu Budha,
(3) Kesusastraan zaman Islam, dan
(4) Kesusastraan zaman Arab – Melayu.
b) Kesusastraan Peralihan, kesusastraan yang hidup di zaman Abdullah bin
Abdulkadir Munsyi. Karya-karya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi ialah :
(1) Hikayat Abdullah
(2) Syair Singapura Dimakan Api
(3) Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jeddah
(4) Syair Abdul Muluk, dll.
c) Kesusastraan Baru, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam
masyarakat baru Indonesia. Kesusastraan Baru mencangkup kesusastraan
pada Zaman :
(1) Balai Pustaka / Angkatan ‘20
(2) Pujangga Baru / Angkatan ‘30
(3) Jepang
(4) Angkatan ‘45
(5) Angkatan ‘66
(6) Mutakhir / Kesusastraan setelah tahun 1966 sampai sekarang

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Univ.Gunadarma

Tugas Koperasi

Timmung

Agenda

Juni 2010
S S R K J S M
« Des   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pos-pos Terbaru

Arsip

 
%d blogger menyukai ini: