Outline

2 Juni 2010 NeLi Andriani

Pengertian outline
Outline (kerangka karangan) adalah salah satu metode dalam pembuatan karangan yang mana topik nya dipecah kedalam sub-sub topic dan mungkin dipecah lagi kedalam sub-sub topic yang lebih terperinci. Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

ManfaatOutline
– Memudahkan penyusunan kerangka secara teratur sehingga karangan menjadi lebih sistematis dan mencegah penulis r dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topic atau judul
– Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dan yang tidak penting.
– Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
– Memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan secara memberaikan kemungkinan bagi perluasan bagian-bagian tersebut sehingga membantu penulis menciptakan suasana yang berbeda-beda dengan fariasi yang diinginkan.
– Membantu mengumpulkan data dan sumber-sumber yang diperlukan.

Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.

Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.

Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

Langkah – langkah menyusun outline
– Cantumkan sub – sub bagian
– Mulailah dengan pembagian secara garis besar dahulu dengan menyeluruh
– Setelah itu uraikan setiap butir kedalam sub-sub bagian
– Pergunakanlah tanda yang berbeda untuk memperlihatkan tingkat (hierarki) butir – butir dalam kerangka
– Jagalah agar hubungan antara bagian dengan sub bagiannya selalu konsistan dan jelas

Macam – macam outline
– Outline dengan pola ilustratif : arah pembicaraan menurut pola ini adalah dari umum kepada yang khusus
– Ouline dengan pola analitis : arah pola pembicaraan ini berkembang dengan sifat topic yang memiliki banyak unit dalam satu kesatuan dengan urutan metode klasifikasi , proses dan analisis sebab akibat Outline dengan pola argumentasi : dipergunakan dalam menyusun evidensi , arah pembahasan menurut pola ini ialah dari evidensi sebagai premis kepada kesimpulan

Pola Susunan Kerangka Karangan

a. Pola Alamiah Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu berdasarkan urutan ruang, urutan waktu, dan urutan topik yang ada.
b. Pola Logis Pola logis berdasar urutan:

1) klimaks – anti klimaks
2) umum – khusus
3) sebab – akibat
4) proses
5) dan lain-lain.

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Univ.Gunadarma

Tugas Koperasi

Timmung

Agenda

Juni 2010
S S R K J S M
« Des   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pos-pos Terbaru

Arsip

 
%d blogger menyukai ini: